Anak-anak yang terbengkalai anak yang di berlakukan tidak dengan semestinya karena orang tua yang kuranginformasi dan tidak terlatih (tidak ada sekolah untuk menjadi orang tua); penghukuman yang tidak tepat, pemaksaan, tanpa kasih saying dan perhatian, dll… …(masih banyak lagi…..)
Krisis Akhlak/Moral
kriminalitas merebak, KKN sudah membudaya, 25% pemakai narkoba adalah anak-anak, 89% diantaranya menjadi pengedar….(tidak selesai dua hari kalau kita sebutkan semua, HE…HE…)
Arus Informasi
Dengan berkembangnya teknologi, informasi dalam bentuk apapun menjadi mudah kita dapatkan. Selain membawa dampak positif, tentu ada juga dampak negatif. Yang paling penting bagi orang tua adalah membekali puteraputrinya dengan informasi yang positif dan mendasar (mengenai iptek dan agama, sehingga nantinya akanmampu menyaring serta memilih informasi yang baik..
MARI KITA LIHAT BEBERAPA MEDIA INFORMASI ……
-
Televisi (siarannya banyak yang bermanfaat?? Atau tidak??)
-
Internet (lebih disukaisitus positif??? Atau negatif???)
-
Tabloid (lebih banyak dan murah yang positif??? Atau negatif??)
-
Buku (orangtua lebih suka membeli buku?? Atau elektonik/furniture??
-
Dll
KONDISI PENDIDIDKAN KITA
Menurut hasil survey the political dan enonomic risk country ( 2001) dinyatakan bahwa kualitas pendidikan Indonesia berada diurutan ke 12 dari 12 negara di asia. Dari penelitian the international educational achievement (IEA) Tahun 2000 diketahui bahwa kemampuan membaca siswa SD berada di urutan ke 38 dari 39 negara (terendah diantara Negara-negara Asean)
(Deny riana, Republika, 24 Jan 03)
IPM (Indeks Pembangunan Manusia) Indonesia masih rendah. Data tahun 2005, dari 177 negara, Negara Indonesia diurutan ke 110, juh dibawah Negara-negara tetangga(Malaysia : 61, Thailand : 73, Filipina : 84 & Vietnam : 108)
Anggaran pendidikan hanya 9,3% dari APBN (APBN-P 2006), Masih jauh dari amanat konstitusi (20%).
Hasil penelitian LPTK Se-Indonesia, Selama hamper 20 tahun terakhir, orang-orang yang masuk IKIP / LPTK bukanlah kelompok 10 besar terbaik lulusan SMU, namun justru 10 besar terburuk dengan perbedaan skor yang signifikan antara pelamar universitas dan IKIP / LPTK.
Kurikulum yang padat, satuarah dan sangat berorientasi hasil (tanpa peduli minat, kemampuan, dan keunikan)
Rizka H/Litbang Media Group (Media Indonesia, Rabu, 16-08-06)
3 (Tiga) Alasan Kenapa Sekolah Saja Tidak Cukup
1. Sistem pendidikan di sekolah kita masih berlandaskan konsep materialisme. Sistem pendidikan ini sangat bertolak belakang dengan tujuan pendidikan sejati seperti yang dituntunkan dlam system pendidikan islam.
2. Di sekolah, pencapaian anak diukur deangan angka-angka. Kadang angka-angka itu tidak mencerminkan pencapaian anak yang sesungguhnya. Bahkan seringkali angka-angka itu sama sekali tidak membantu anak dalam menghadapi kehidupan nyata.
3. Di sekolah, seorang guru harus mengayomi sekian banyak murid. Sehingga pendidikan yang diterapkan tidak mencerminkankan keragaman individu. Dengan system seperti ini, akan banyak potensi individu yang tak terbangkitkan, bahkan terbungkam.
Pendidikan Menurut Islam
Dalam Al Quran, keturunan adalah bagian yang penting dalam melanjutkan misi kekhalifahan manusia di bumi. Pendidikan anak merupakan tanggungjawab dan perhatian semua pihak,terutama para orang tua dan pendidik. Allah berfirman “ Hendaklah mereka takut kepada Allah jika meninggalkan generasi yang lemah dibelakang mereka, yang mereka khawatir terhadap kesejahteraannya. Oleh karena itu, hendaklah mereka bertaqwa kepada Allah dan mengucapkan perkataan yang benar” (QS An-Nisa [4]:9)
“Didiklah anakmu dan baguskanlah akhlaknya” HR Ibnu Majah
Profil manusia yang cerdas, kreatif, beriman, bertaqwa dan berakhlak mulia tentu bukan tanpa proses. Dan proses menjadi manusia yang berkualitas itu tidak ada yang gratis.
PROSES PENDIDIKAN ANAK MEMBUTUHKAN UPAYA DAN BIAYA YANG BESAR, YAITU PENGASUHAN MAKSIMAL SEJAK BAYI DAN PENDIDIKAN YANG OPTIMAL SEJAK USIA SEKOLAH
(Taken from”Menjadi Orang Tua Bijak” by Abd Mustaqim, Al-Bayan, Mizan)
Potensi dan Perkembangan kecerdasan
OTAK BAYI MENGANDUNG 100 MILYAR NEURON & 1 TRILIUN SEL GLIA/PEREKAT (MELINDUNGI DAN MEMBERI MAKAN NEURON)
SESUDAH KELAHIRAN, KEGIATAN NEURON DIGERAKKAN OLEH HASIL PENGALAMAN INDRA
SELAMA TAHUN-TAHUN PERTAMA KEHIDUPAN, OTAK MENGALAMI PERUBAHAN YANG LUAR BIASA. OTAK AKAN MEMUSNAHKAN SAMBUNGAN (SINAPSIS) YANG JARANG ATAU TIDAK PERNAH DIGUNAKAN (LIHAT DIAGRAM PERKEMBANGAN OTAK MANUSIA)
(Oleh J Madeleine Nash, Majalah Time, Edisi 3 Februari 1997)
PARA PENELITI DI BAYLOR COLLEGE OF MEDICINE MENEMUKAN BAHWA APABILA ANAK-ANAK JARANG DIAJAK BERMAIN ATAU JARANG DISENTUH PERKEMBANGAN OTAKNYA 20% ATAU 30% LEBIH KECIL DARIPADA UKURAN NORMALNYA PADA USIA ITU.