I LOVE MY AL QUR`AN
Mengajak Anak Mulim Mencintai dan Mempelajari Al Qur`an dengan Cara Asyik dan Menyenangkan
LATAR BELAKANG
Penerbitan I Love My Al-Quran (ILMA) ini dilatarbelakangi oleh riset kecil, mendengar kebutuhan masyarakat serta mengamati kondisi masyarakat kini. Tidak bisa dipungkiri bahwa generasi muda kita diserang sejumlah media yang SANGAT MENARIK seperti film (VCD, DVD), game komputer, playstation, komik, dan sebagainya. Itu artinya, anak-anak kita semakin tidak tertarik untuk memberi perhatian pada Al-Quran jika kita tidak melakukan sesuatu agar mereka tertarik mempelajari kitab sucinya.
Untuk meng-counter serangan media-media tersebut, kita tidak mungkin tetap menggunakan “bahasa lama” dalam menyajikan ajaran Al-Quran kepada anak-anak. Tidaklah tepat kiranya jika kita ingin membuat anak-anak mencintai Al-Quran, tapi bahasa yang kita gunakan bukanlah bahasa mereka. Al-Quran memerintahkan kita untuk menyampaikan pesan-pesan Allah kepada audiens “MENGGUNAKAN BAHASA KAUMNYA” atau “sesuai dengan tingkat pemikiran mereka” (biqadri ‘uqulihim).
Gambar, warna, adalah bahasa anak-anak yang universal. Gambar di sini adalah “BAHASA” yang digunakan untuk menyampaikan pesan-pesan Al-Quran sesuai dunia anak. Dengan pertimbangan itulah kami memutuskan ILMA ini dilengkapi / dihiasi dengan bahasa visual sebagai salah satu media yang akrab dan menarik bagi anak-anak.
JENIS GAMBAR
Jenis ilustrasi yang digunakan pada ILMA ini adalah jenis gambar vinyet, yaitu jenis ilustrasi yang berusaha mendenaturalisasi objek yang digambar. Menurut Isma’il Raji Al-Faruqi, dalam bukunya Atlas Budaya Islam, salah satu ciri seni Islam adalah karakter denaturalisasi. Denaturalisasi pada seni visual Islam dilatarbelakangi oleh tradisi Islam yang menghindari penggambaran makhluk hidup secara utuh (persis seperti realitas aslinya). Hal ini berhubungan dengan pesan Nabi tentang penggambaran makhluk hidup, yang konsekuensinya seorang yang menggambar dimintai untuk memberikan nyawa di hari akhir nanti.
KONSULTASI DENGAN ULAMA
ILMA adalah sebuah inovasi yang kami rumuskan dengan penuh rasa tanggung jawab dan kehati-hatian. Ini merupakan bentuk tanggung jawab agar umat Islam dapat melahirkan generasi Islam yang mencintai Al-Quran. Dalam prosesnya, kami pun sangat berhati-hati dengan berkonsultasi kepada sejumlah ulama. Lebih dari 20 ulama dari berbagai latar belakang telah kami datangi untuk mendapat arahan dan nasihat di antaranya adalah: KH. A. Mustofa Bisri, KH. A. Hasyim Muzadi, Prof. Dr. A. Syafii Maarif, Prof. Dr. Dien Syamsudin, KH. Shiddiq Amien, Prof. Dr. M. Quraish Shihab, KH. Didin Hafidudin, Habib Rizieq Syihab, dll.
Dalam proses produksi pun kami menerapkan supervisi yang ketat dan berlapis untuk menghindari kesalahan. Khath Al-Quran telah melalui proses 15 kali pemeriksaan sampai dipastikan tidak ditemukan lagi kesalahan, lalu akhirnya kami serahkan ke lajnah pentashih Al-Quran Departemen Agama. Teks penjelasan kandungan ayat diperiksa melalui tahapan yang berlapis pula. Selain diedit dan diproof oleh redaksi, kami pun meminta pembaca ahli untuk membaca secara detail dan memberi masukan serta arahan.
Dengan latar belakang, konsep, dan proses yang telah ditempuh seperti dijelaskan, semoga ILMA ini menjadi sumbangan berharga bagi umat Islam, khususnya bagi anak muslim agar mereka semakin mencintai dan mau mempelajari Al-Quran. Amin.
Manfaat I LOVE MY AL-QURAN
dalam mendorong anak untuk mencintai Al-Quran dengan cara yang menyenangkan:
1. Membaca Al-Quran dengan tampilan yang menarik ditambah ilustrasi dekoratif yang penuh warna. Sehingga kegiatan membaca Al-Quran menjadi lebih asyik.
2. Belajar membaca Al-Quran secara baik (tartil) dengan belajar tajwid langsung melalui latihan, bukan teori. Hukum tajwid itu diperkenalkan secara bertahap dengan sistem warna yang diterapkan langsung pada mushaf Al-Quran, pada beberapa halaman di jilid pertama.
3. Memahami kandungan ayat Al-Quran yang disajikan di samping setiap halaman terjemah ayat. Hikmah ayat ditulis dengan bahasa yang mudah dan komunikatif. Hikmah ayat ini akan membantu anak untuk mengenal kandungan Al-Quran secara bertahap.
4. Mengenal kosakata Al-Quran secara bertahap yang disajikan pada setiap halaman. Anak-anak diharapkan akan semakin akrab dengan kosakata Al-Quran. Semua itu disajikan pada setiap halaman di 15 jilid buku utama, dan secara khusus pada satu jilid kamus. Pada kamus, anak-anak akan diperkenalkan pada ratusan kosakata Al-Quran yang sudah dikelompokkan. Membaca Kamus ini mengasyikkan karena dihiasi ilustrasi dengan gaya beragam, yang akan menambah pengalaman visual anak.
5. Memperluas wawasan dengan membaca Informasi tambahan yang berkaitan dengan ayat yang dibaca. Informasi itu bisa berupa peta, peristiwa sejarah, atau pengetahuan ilmiah. Semua itu bisa ditemukan pada box “kamu perlu tahu”.
6. Mengetahui hubungan satu ayat dengan ayat yang lainnya atau satu ayat dengan sumber lain. Rujuk silang seperti itu bisa didapatkan di box “lihat juga”
7. Khusus untuk orangtua disediakan box “untuk ayah dan ibu”. Berisi informasi tambahan yang perlu diketauhi ayah dan ibu dalam mendampingi putra putrinya ketika membaca buku ini.
8. Menghafal secara cepat dan menyenangkan kandungan ayat 16 surat pendek melalui CD lagu-lagu yang dilengkapi buku lagu. Lagu-lahgu ini disajikan dengan aransemen unik musik-musik dunia dan etnik. Insyaallah akan menambah wawasan musik anak-anak.
9. Mengenal dan menghafal 114 nama surah beserta data seputar surat itu. Meliputi nama surah, arti nama surat, jumlah ayat, serta makkiyah-madaniah-nya. Semua itu dilakukan melalui permainan ular tangga yang mengasyikkan.